Kurang Dihargai, Keluarga Mantan Gubernur Sulut Tinggalkan Ruangan
Manado, CSN - Keluarga mantan Gubernur Sulut F Tumbelaka, tiba-tiba meninggalkan ruang sidang paripurna dalam rangka Sulut Emas, Selasa (23/9) siang. Usut punya usut, ternyata keluarga mantan gubernur tersebut, merasa tidak puas dan tidak dihargai saat pemutaran audio visual perjalanan sejarah terbentuknya Provinsi Sulut.
Taufik Tumbelaka di luar ruangan mengatakan, selama ini keluarga mantan gubernur F Tumbelaka tidak dihargai pemerintah yang saat ini berkuasa. "Kami merasa tidak dihargai oleh pemerintah, apalagi di moment 50 tahun usia daerah ini. Padahal sejarah mencatat, orang tua kami ikut memberi andil bagi pembentukan provinsi Sulut. Akan tetapi, jasa orang tua kami, seakan tidak dihargai," ungkap Taufik, putra mantan Gubernur yang juga didampingi ibu dan adiknya.
Seperti diketahui, mantan Gubernur Sulut di era tahun 1964, FJ Tumbelaka dikenal sebagai salah satu tokoh peletak dasar pembentukan Provinsi ini. Malahan di masa itu, FJ Tumbelaka menjabat baik Gubernur maupun Ketua DPRD.
Jasa dan pengabdian tokoh yang satu ini, memang kurang disebut-sebut, sekalipun tercatat dalam lembar sejarah pembentukan provinsi Sulut, termasuk di usia 50 tahun Provinsi Sulut, hari ini.
Keluarga Tumbelaka yang meninggalkan ruang paripurna di saat sambutan Gubernur Sulut SH Sarundajang, merupakan tindakan protes istri dan anak-anak mendiang Gubernur Tumbelaka.

Comments
Post a Comment